Denyut
tersusun rapat jemari yang berlipat
dari empat kini lima hari ini tiga
dalam laungan mu dan jeritan batin mu
tersentuh lalu tersentak naluri ini
lalu terbangkit nafsu ku
ghairah pada mu

ku selam ku halus lenggok mendayu
nyaring menusuk corong gendang ku
bagaimana kau palu begitu jua dalam di palu
sejauhmana terlontar laungan mu
sehangat itu angguk ku

yergh!! aku menari lagi
sambil menggeleng jasad terguling
kau umpama cermin di depan ku
kau hentak ku menghentak
kau libas ku terlibas
berjijiran masin ku
aduhai nikmatnya

permulaan bisa hilang
tapi bukan selamanya
tapi sampai bila????
daulat tuanku